Minggu, 09 Agustus 2009
Rabu, 29 Juli 2009
SAKIT GEJALA THYPUS
HARI INI, HARI PERTAMA SAYA MASUK KANTOR SETELAH ISTIRAHAT 3 HARI KARENA SAKIT GEJALA THYPUS.
WALAUPUN BADAN MASIH KURANG ENAK DAN MASIH BATUK2 TAPI MASUK AJA........
GAK ENAK UDAH ISTIRAHAT LAMA..
WALAUPUN BADAN MASIH KURANG ENAK DAN MASIH BATUK2 TAPI MASUK AJA........
GAK ENAK UDAH ISTIRAHAT LAMA..
Selasa, 14 Juli 2009
Kamis, 09 Juli 2009
Minggu, 28 Juni 2009
Jumat, 26 Juni 2009
Kamis, 25 Juni 2009
Rabu, 17 Juni 2009
Orang Mukmin Tidak Pernah Stres!
Orang Mukmin Tidak Pernah Stres!
Sebagai hamba Allah, dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Ta’ala berfirman,
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) , dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs Al Anbiya’: 35)
Ibnu Katsir –semoga Allah Ta’ala merahmatinya– berkata, “Makna ayat ini yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang beputus asa.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/342, Cet Daru Thayyibah)
Kebahagiaan hidup dengan bertakwa kepada Allah
Allah Ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan Hikmah-Nya yang Maha Sempurna menurunkan syariat-Nya kepada manusia untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup mereka. Oleh karena itu, hanya dengan berpegang teguh kepada agama-Nyalah seseorang bisa merasakan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan) hidup bagimu.” (Qs al-Anfaal: 24)
Ibnul Qayyim -semoga Allah Ta’ala merahmatinya- berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan yang bermanfaat hanyalah didapatkan dengan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang tidak memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, maka dia tidak akan merasakan kehidupan (yang baik). Meskipun dia memiliki kehidupan (seperti) hewan yang juga dimiliki oleh binatang yang paling hina (sekalipun). Maka kehidupan baik yang hakiki adalah kehidupan seorang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya secara lahir maupun batin.” (Kitab Al Fawa-id, hal. 121, Cet. Muassasatu Ummil Qura’)
Inilah yang ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya firman-Nya,
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs ِAn Nahl: 97)
Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu (di dunia) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya (di akhirat nanti)” (Qs Huud: 3)
Dalam mengomentari ayat-ayat di atas, Ibnul Qayyim mengatakan, “Dalam ayat-ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan bahwa Dia akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat kebaikan dengan dua balasan: balasan (kebaikan) di dunia dan balasan (kebaikan) di akhirat.” (Al Waabilush Shayyib, hal. 67, Cet. Darul Kitaabil ‘Arabi)
Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan ibadah shalat, yang dirasakan sangat berat oleh orang-orang munafik, sebagai sumber kesejukan dan kesenangan hati, dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وجعلت قرة عيني في الصلاة
“Dan Allah menjadikan qurratul ‘ain bagiku pada (waktu aku melaksanakan) shalat.” (HR. Ahmad 3/128, An Nasa’i 7/61 dan imam-imam lainnya, dari Anas bin Malik, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagiir, hal. 544)
Makna qurratul ‘ain adalah sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan hati. (LihatFatul Qadiir, Asy Syaukaani, 4/129)
Sikap seorang mukmin dalam menghadapi masalah
Dikarenakan seorang mukmin dengan ketakwaannya kepada Allah Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, maka masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan karena keimanannya yang kuat kepada Allah Ta’ala sehingga membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allah Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya. Dengan keyakinannya ini Allah Ta’ala akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Inilah yang dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs At Taghaabun: 11)
Ibnu Katsir mengatakan, “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/137)
Inilah sikap seorang mukmin dalam menghadapi musibah yang menimpanya. Meskipun Allah Ta’ala dengan hikmah-Nya yang maha sempurna telah menetapkan bahwa musibahitu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah Ta’ala dalam mengahadapi musibah tersebut. Tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya musibah tersebut bagi seorang mukmin.
Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya semua (musibah) yang menimpa orang-orang yang beriman dalam (menjalankan agama) Allah senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Ini (semua) akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut. Adapun orang-orang kafir, maka mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun mereka bersabar (menahan diri), maka (tidak lebih) seperti kesabaran hewan-hewan (ketika mengalami kesusahan). Sungguh Allah telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,
وَلا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ
“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” (Qs An Nisaa’: 104)
Oleh karena itu, orang-orang mukmin maupun kafir sama-sama menderita kesakitan. Akan tetapi, orang-orang mukmin teristimewakan dengan pengharapan pahala dan kedekatan dengan Allah Ta’ala.” (Ighaatsatul Lahfan, hal. 421-422, Mawaaridul Amaan)
Hikmah cobaan
Di samping sebab-sebab yang kami sebutkan di atas, ada faktor lain yang tak kalah pentingnya dalam meringankan semua kesusahan yang dialami seorang mukmin dalam kehidupan di dunia, yaitu dengan dia merenungkan dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allah Ta’ala jadikan dalam setiap ketentuan yang diberlakukan- Nya bagi hamba-hamba- Nya yang beriman dan bertakwa. Karena dengan merenungkan hikmah-hikmah tersebut dengan seksama, seorang mukmin akan mengetahui dengan yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah justru untuk kebaikan bagi dirinya, dalam rangka menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allah Ta’ala.
Semua ini di samping akan semakin menguatkan kesabarannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allah Ta’ala dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya. Dengan sikap ini Allah Ta’ala akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits qudsi:
أنا عند ظنّ عبدي بي
“Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku.” (HSR al-Bukhari no. 7066 dan Muslim no. 2675)
Makna hadits ini: Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut, maka hendaknya hamba tersebut selalu menjadikan baik persangkaan dan harapannya kepada Allah Ta’ala. (Lihat kitab Faidhul Qadiir, 2/312 dan Tuhfatul Ahwadzi, 7/53)
Di antara hikmah-hikmah yang agung tersebut adalah:
[Pertama]
Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai obat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya, yang kalau seandainya kotoran dan penyakit tersebut tidak dibersihkan maka dia akan celaka (karena dosa-dosanya) , atau minimal berkurang pahala dan derajatnya di sisi Allah Ta’ala. Oleh karena itu, musibah dan cobaanlah yang membersihkan penyakit-penyakit itu, sehingga hamba tersebut akan meraih pahala yang sempurna dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan hal. 422,Mawaaridul Amaan). Inilah makna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan), (setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)” (HR At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim 1/99 dan lain-lain, dishahihkan oleh At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Adz Dzahabi dan Syaikh Al Albani dalam Silsilatul Ahaadits Ash Shahihah, no. 143)
[Kedua]
Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang mukmin kepada-Nya, karena Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan, hal. 424, Mawaaridul amaan) Inilah makna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HSR Muslim no. 2999)
[Ketiga]
Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allah Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Inilah keistimewaan surga yang menjadikannya sangat jauh berbeda dengan keadaan dunia, karena Allah menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hamba tersebut hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan, hal. 423,Mawaaridul Amaan dan Ibnu Rajab dalam Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam, hal. 461, Cet. Dar Ibni Hazm). Inilah di antara makna yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل
“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HSR Al Bukhari no. 6053)
Penutup
Sebagai penutup, kami akan membawakan sebuah kisah yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim tentang gambaran kehidupan guru beliau, Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah di zamannya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –semoga Allah merahmatinya– . Kisah ini memberikan pelajaran berharga kepada kita tentang bagaimana seharusnya seorang mukmin menghadapi cobaan dan kesusahan yang Allah Ta’ala takdirkan bagi dirinya.
Ibnul Qayyim bercerita, “Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bahagia hidupnya daripada gurunya, Ibnu Taimiyyah. Padahal kondisi kehidupan beliau sangat susah, jauh dari kemewahan dan kesenangan duniawi, bahkan sangat memprihatinkan. Ditambah lagi dengan (siksaan dan penderitaan yang beliau alami di jalan Allah Ta’ala), yang berupa (siksaan dalam) penjara, ancaman dan penindasan (dari musuh-musuh beliau). Tapi bersamaan dengan itu semua, aku mendapati beliau adalah termasuk orang yang paling bahagia hidupnya, paling lapang dadanya, paling tegar hatinya serta paling tenang jiwanya. Terpancar pada wajah beliau sinar keindahan dan kenikmatan hidup (yang beliau rasakan). Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan takut yang berlebihan, atau timbul (dalam diri kami) prasangka-prasangka buruk, atau (ketika kami merasakan) kesempitan hidup, kami (segera) mendatangi beliau (untuk meminta nasehat), maka dengan hanya memandang (wajah) beliau dan mendengarkan ucapan (nasehat) beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang.” (Al Waabilush Shayyib, hal. 67, Cet. Darul Kitaabil ‘Arabi)
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 15 Rabi’ul awwal 1430 H
***
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim Al Buthoni, Lc.
Artikel www.muslim.or. id
Sumber : http://muslim. or.id/tazkiyatun -nufus/orang- mukmin-tidak- pernah-stres. html
bagi yang stress bisa baca ini agar lebih tenang
Sebagai hamba Allah, dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Ta’ala berfirman,
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) , dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs Al Anbiya’: 35)
Ibnu Katsir –semoga Allah Ta’ala merahmatinya– berkata, “Makna ayat ini yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang beputus asa.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/342, Cet Daru Thayyibah)
Kebahagiaan hidup dengan bertakwa kepada Allah
Allah Ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan Hikmah-Nya yang Maha Sempurna menurunkan syariat-Nya kepada manusia untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup mereka. Oleh karena itu, hanya dengan berpegang teguh kepada agama-Nyalah seseorang bisa merasakan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan) hidup bagimu.” (Qs al-Anfaal: 24)
Ibnul Qayyim -semoga Allah Ta’ala merahmatinya- berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan yang bermanfaat hanyalah didapatkan dengan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang tidak memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, maka dia tidak akan merasakan kehidupan (yang baik). Meskipun dia memiliki kehidupan (seperti) hewan yang juga dimiliki oleh binatang yang paling hina (sekalipun). Maka kehidupan baik yang hakiki adalah kehidupan seorang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya secara lahir maupun batin.” (Kitab Al Fawa-id, hal. 121, Cet. Muassasatu Ummil Qura’)
Inilah yang ditegaskan oleh Allah Ta’ala dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya firman-Nya,
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs ِAn Nahl: 97)
Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu (di dunia) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya (di akhirat nanti)” (Qs Huud: 3)
Dalam mengomentari ayat-ayat di atas, Ibnul Qayyim mengatakan, “Dalam ayat-ayat ini Allah Ta’ala menyebutkan bahwa Dia akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat kebaikan dengan dua balasan: balasan (kebaikan) di dunia dan balasan (kebaikan) di akhirat.” (Al Waabilush Shayyib, hal. 67, Cet. Darul Kitaabil ‘Arabi)
Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan ibadah shalat, yang dirasakan sangat berat oleh orang-orang munafik, sebagai sumber kesejukan dan kesenangan hati, dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وجعلت قرة عيني في الصلاة
“Dan Allah menjadikan qurratul ‘ain bagiku pada (waktu aku melaksanakan) shalat.” (HR. Ahmad 3/128, An Nasa’i 7/61 dan imam-imam lainnya, dari Anas bin Malik, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagiir, hal. 544)
Makna qurratul ‘ain adalah sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan hati. (LihatFatul Qadiir, Asy Syaukaani, 4/129)
Sikap seorang mukmin dalam menghadapi masalah
Dikarenakan seorang mukmin dengan ketakwaannya kepada Allah Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, maka masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan karena keimanannya yang kuat kepada Allah Ta’ala sehingga membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allah Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya. Dengan keyakinannya ini Allah Ta’ala akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Inilah yang dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya,
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs At Taghaabun: 11)
Ibnu Katsir mengatakan, “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/137)
Inilah sikap seorang mukmin dalam menghadapi musibah yang menimpanya. Meskipun Allah Ta’ala dengan hikmah-Nya yang maha sempurna telah menetapkan bahwa musibahitu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah Ta’ala dalam mengahadapi musibah tersebut. Tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya musibah tersebut bagi seorang mukmin.
Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya semua (musibah) yang menimpa orang-orang yang beriman dalam (menjalankan agama) Allah senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Ini (semua) akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut. Adapun orang-orang kafir, maka mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun mereka bersabar (menahan diri), maka (tidak lebih) seperti kesabaran hewan-hewan (ketika mengalami kesusahan). Sungguh Allah telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,
وَلا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ
“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” (Qs An Nisaa’: 104)
Oleh karena itu, orang-orang mukmin maupun kafir sama-sama menderita kesakitan. Akan tetapi, orang-orang mukmin teristimewakan dengan pengharapan pahala dan kedekatan dengan Allah Ta’ala.” (Ighaatsatul Lahfan, hal. 421-422, Mawaaridul Amaan)
Hikmah cobaan
Di samping sebab-sebab yang kami sebutkan di atas, ada faktor lain yang tak kalah pentingnya dalam meringankan semua kesusahan yang dialami seorang mukmin dalam kehidupan di dunia, yaitu dengan dia merenungkan dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allah Ta’ala jadikan dalam setiap ketentuan yang diberlakukan- Nya bagi hamba-hamba- Nya yang beriman dan bertakwa. Karena dengan merenungkan hikmah-hikmah tersebut dengan seksama, seorang mukmin akan mengetahui dengan yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah justru untuk kebaikan bagi dirinya, dalam rangka menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allah Ta’ala.
Semua ini di samping akan semakin menguatkan kesabarannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allah Ta’ala dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya. Dengan sikap ini Allah Ta’ala akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits qudsi:
أنا عند ظنّ عبدي بي
“Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku.” (HSR al-Bukhari no. 7066 dan Muslim no. 2675)
Makna hadits ini: Allah akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut, maka hendaknya hamba tersebut selalu menjadikan baik persangkaan dan harapannya kepada Allah Ta’ala. (Lihat kitab Faidhul Qadiir, 2/312 dan Tuhfatul Ahwadzi, 7/53)
Di antara hikmah-hikmah yang agung tersebut adalah:
[Pertama]
Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai obat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya, yang kalau seandainya kotoran dan penyakit tersebut tidak dibersihkan maka dia akan celaka (karena dosa-dosanya) , atau minimal berkurang pahala dan derajatnya di sisi Allah Ta’ala. Oleh karena itu, musibah dan cobaanlah yang membersihkan penyakit-penyakit itu, sehingga hamba tersebut akan meraih pahala yang sempurna dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan hal. 422,Mawaaridul Amaan). Inilah makna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan), (setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)” (HR At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim 1/99 dan lain-lain, dishahihkan oleh At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Adz Dzahabi dan Syaikh Al Albani dalam Silsilatul Ahaadits Ash Shahihah, no. 143)
[Kedua]
Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang mukmin kepada-Nya, karena Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan, hal. 424, Mawaaridul amaan) Inilah makna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Alangkah mengagumkan keadaan seorang mukmin, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.” (HSR Muslim no. 2999)
[Ketiga]
Allah Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allah Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Inilah keistimewaan surga yang menjadikannya sangat jauh berbeda dengan keadaan dunia, karena Allah menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hamba tersebut hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti (Lihat keterangan Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfan, hal. 423,Mawaaridul Amaan dan Ibnu Rajab dalam Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam, hal. 461, Cet. Dar Ibni Hazm). Inilah di antara makna yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل
“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.” (HSR Al Bukhari no. 6053)
Penutup
Sebagai penutup, kami akan membawakan sebuah kisah yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim tentang gambaran kehidupan guru beliau, Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah di zamannya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –semoga Allah merahmatinya– . Kisah ini memberikan pelajaran berharga kepada kita tentang bagaimana seharusnya seorang mukmin menghadapi cobaan dan kesusahan yang Allah Ta’ala takdirkan bagi dirinya.
Ibnul Qayyim bercerita, “Allah Ta’ala yang Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bahagia hidupnya daripada gurunya, Ibnu Taimiyyah. Padahal kondisi kehidupan beliau sangat susah, jauh dari kemewahan dan kesenangan duniawi, bahkan sangat memprihatinkan. Ditambah lagi dengan (siksaan dan penderitaan yang beliau alami di jalan Allah Ta’ala), yang berupa (siksaan dalam) penjara, ancaman dan penindasan (dari musuh-musuh beliau). Tapi bersamaan dengan itu semua, aku mendapati beliau adalah termasuk orang yang paling bahagia hidupnya, paling lapang dadanya, paling tegar hatinya serta paling tenang jiwanya. Terpancar pada wajah beliau sinar keindahan dan kenikmatan hidup (yang beliau rasakan). Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan takut yang berlebihan, atau timbul (dalam diri kami) prasangka-prasangka buruk, atau (ketika kami merasakan) kesempitan hidup, kami (segera) mendatangi beliau (untuk meminta nasehat), maka dengan hanya memandang (wajah) beliau dan mendengarkan ucapan (nasehat) beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang.” (Al Waabilush Shayyib, hal. 67, Cet. Darul Kitaabil ‘Arabi)
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 15 Rabi’ul awwal 1430 H
***
Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim Al Buthoni, Lc.
Artikel www.muslim.or. id
Sumber : http://muslim. or.id/tazkiyatun -nufus/orang- mukmin-tidak- pernah-stres. html
bagi yang stress bisa baca ini agar lebih tenang
sikap sabar
Perlu diketahui, bahwa sabar yang menjadikan seseorang mendapatkan ganjaran pahala adalah sabar ketika di awal musibah dan inilah yang dinamakan sabar sebenarnya. Adapun sabar sesudahnya adalah cuma sekedar hiburan. Adapun jika seseorang menghadapi musibah, langsung dengan amarah dan tidak ridho pada takdir Allah, namun setelah itu dia menahan diri dan bersabar karena mungkin mendapatkan nasehat atau yang lainnya, maka ini bukanlah sabar yang sebenarnya. Kita dapat melihat hal ini dalam kisah seorang wanita bersama Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Anas bin Malik beliau berkata,
مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى »
”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwala h pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.”
Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Seharusnya sabar itu di awal-awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)
Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk selalu ridho dengan takdir Allah yang kita rasa itu pahit. Semoga Allah juga selalu memberikan kita kemudahan untuk bersabar di awal-awal musibah, walaupun itu mungkin terasa berat. Jika seseorang memiliki keyakinan yang mantap pada Allah dan meyakini ada hikmah yang besar di balik setiap musibah, tentu dia akan memilih untuk bersabar. Bersabar juga perlu banyak latihan.
Amin Yaa Mujibas Saa’ilin.
Alhamdulillahilladz i bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
***
Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal
Yogyakarta, 24 Jumadits Tsani 1430 H
lihat Pengusaha Muslim.com
Dari Anas bin Malik beliau berkata,
مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى »
”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwala h pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.”
Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Seharusnya sabar itu di awal-awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)
Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk selalu ridho dengan takdir Allah yang kita rasa itu pahit. Semoga Allah juga selalu memberikan kita kemudahan untuk bersabar di awal-awal musibah, walaupun itu mungkin terasa berat. Jika seseorang memiliki keyakinan yang mantap pada Allah dan meyakini ada hikmah yang besar di balik setiap musibah, tentu dia akan memilih untuk bersabar. Bersabar juga perlu banyak latihan.
Amin Yaa Mujibas Saa’ilin.
Alhamdulillahilladz i bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
***
Al Faqir Ilallah: Muhammad Abduh Tuasikal
Yogyakarta, 24 Jumadits Tsani 1430 H
lihat Pengusaha Muslim.com
Sukses tidak diukur dari posisi yang berhasil dicapai seseorang dalam hidupnya, tapi dari hambatan-hambatan yang diatasinya. ~(Booker T.Washington)~
Anda bisa mempelajari hal-hal baru kapan saja dalam hidup Anda asalkan Anda bersedia menjadi pemula. Jika Anda benar-benar mau belajar seperti seorang pemula, maka seluruh dunia ini akan terbuka untuk Anda. ~(Barbara Sher)~
Anda bisa mempelajari hal-hal baru kapan saja dalam hidup Anda asalkan Anda bersedia menjadi pemula. Jika Anda benar-benar mau belajar seperti seorang pemula, maka seluruh dunia ini akan terbuka untuk Anda. ~(Barbara Sher)~
Jumat, 12 Juni 2009
CEKER AYAM
DICARI CEKER AYAM FRESH, FRANCO SURABAYA, MENERIMA BERAPAPUN YANG TERSEDIA
HUBUNGI :
KUS 031-7237 7979
email/YM : kus_rwc@yahoo.co.id
Fax: 031-3284684
HUBUNGI :
KUS 031-7237 7979
email/YM : kus_rwc@yahoo.co.id
Fax: 031-3284684
Selasa, 02 Juni 2009
mutiara islam
“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yg ada) di dlm dada dgn kekayaan & Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak niscaya Aku penuhi tanganmu dgn kesibukan & tidak Aku penuhi kebutuhanmu’.
HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.
HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.
Kompetitor yang harus ditakuti adalah kompetitor yang sama sekali tidak pernah mengganggu Anda, tapi yang terus membuat bisnisnya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.~(Henry Ford)~
Waktu adalah majikan yg memberikan peluang yg sama. Semua orang mempunyai jumlah jam dan menit yg sama dalam sehari. Orang kaya tidak bisa membeli jam lebih banyak, ilmuwan tidak bisa menciptakan menit-menit baru, dan Anda tidak bisa menyimpan jam untuk digunakan pada hari lain. Meskipun begitu, waktu itu luar biasa adil dan pemaaf. Tidak perduli betapa banyaknya jam yg Anda boroskan di masa lalu, Anda masih mempunyai hari esok yg penuh. Sukses ditentukan oleh cara menggunakan waktu secara bijaksana, dengan membuat perencanaan dan menetapkan prioritas.~(Denis Waitely)~
Waktu adalah majikan yg memberikan peluang yg sama. Semua orang mempunyai jumlah jam dan menit yg sama dalam sehari. Orang kaya tidak bisa membeli jam lebih banyak, ilmuwan tidak bisa menciptakan menit-menit baru, dan Anda tidak bisa menyimpan jam untuk digunakan pada hari lain. Meskipun begitu, waktu itu luar biasa adil dan pemaaf. Tidak perduli betapa banyaknya jam yg Anda boroskan di masa lalu, Anda masih mempunyai hari esok yg penuh. Sukses ditentukan oleh cara menggunakan waktu secara bijaksana, dengan membuat perencanaan dan menetapkan prioritas.~(Denis Waitely)~
Kamis, 21 Mei 2009
Selasa, 19 Mei 2009
Senin, 18 Mei 2009
kata-kata mutiara
Jika Anda ditanya "Apakah bisa mengerjakan sebuah tugas?". Katakan pada mereka, "Tentu saja saya bisa!". Lalu sibukkan diri untuk menemukan bagaimana cara mengerjakannya. Jika ada selalu berpikir sederhana seperti ini, Anda akan maju dan sukses. ~(Theodore Roosevelt)~
Ketekunan bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, membuat kemungkinan menjadi kemungkinan besar, dan membuat kemungkinan besar menjadi pasti. ~(Robert Half)~
Ketekunan bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, membuat kemungkinan menjadi kemungkinan besar, dan membuat kemungkinan besar menjadi pasti. ~(Robert Half)~
Senin, 11 Mei 2009
NENEK SAKTI
Bisa ke Laut, Supiah Mengaku Diajak Ombak
detikcom - Minggu, Mei 10
Nenek Supiah (65), warga Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, yang ditemukan duduk mengambang di atas permukaan air laut Grajagan, Kamis (7/5/2009) malam akhirnya membuka mulut.
Untuk mendapatkan kisahnya, si nenek sakti tak selalu menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Bahkan harus berungkali mengajukan pertanyaan yang sama dengan gaya bahasa berbeda.
Supiah mengaku, jika dirinya keluar dari rumah sejak Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB. Sejak bangun tidur pagi hari, dirinya ingin pergi ke laut lantaran kangen masa lalu bersama mantan suami yang menjadi nelayan dan dua anaknya.
"Mbiyen aku sering njaring iwak karo arek-arek, aku cuma butuh nyemplung ke laut, kangen tok (Dulu saya sering menjaring ikan bersama anak-anak, saya cuma ingin mencebur ke laut, kangen itu saja," jelas Nenek Supiah lirih dengan nada terpotong-potong, sambil berdiri melihat halaman rumahnya saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (9/5/2009) siang.
Meski jarak antara rumahnya dan Pantai Grajagan Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo sekitar 12 Km, namun Nenek Supiah menempuhnya dengan berjalan kaki. Selama perjalanan melalui jalan raya, si nenek tak lupa mengumpulkan ranting kayu yang diambil dari rimbunnya hutan jati yang ada di sisi jalan.
Sesampainya di Pantai Grajagan, nenek Supiah beristirahat. Agar 'aksinya' tidak diketahui warga, dia mengaku menunggu waktu hingga beranjak gelap. Dengan tenang dan santai, nenek sakti itu mulai masuk ke air laut.
"Aku ngenteni wong-wong ben podo sholat maghrib, aku terus mlaku nengah nek tengah segoro, (Saya tunggu orang-orang biar sholat magrib, saya lantas jalan menuju ke tengah lautan)," jelasnya dengan nada sepotong-potong.
Dari percakapan nenek Supiah yang dianggap stres warga kampungnya memberikan pengakuan mengejutkan. Nenek Supiah mengaku bisa ke tengah laut pelawangan, laut yang dikenal angker oleh nelayan setempat, dengan cara diantar oleh air laut. Dia pun juga merasa heran dengan apa yang dialaminya.
"Aku digowo mlaku-mlaku karo banyu segoro, kadang ngiwo kadang nengen maneh. Kadang yo nengah, (Saya dibawa jalan-jalan sama air laut, kadang ke samping kanan kadang ke samping kiri, kadang ke tengah)," ungkap nenek Supiah kembali.
Entah mengapa, tiba-tiba si nenek sakti beranjak dari sisi meja, tempatnya berdiri. Dan menuju kamarnya yang terbuat dari papan kayu. Dari dalam kamar tua itu, terdengar si nenek sakti berbicara sendiri seakan sedang berkomunikasi dengan seseorang.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Banyuwangi dihebohkan dengan penemuan sesosok nenek yang sedang duduk mengapung di tengah laut pelawangan, Grajagan. Nenek sakti yang diketahui bernama Supiah itu, ditemukan serombongan nelayan yang sedang memancing ikan sekitar pukul 23.00 WIB. Anehnya lagi, badan maupun pakaian yang digunakan tak basah oleh air laut.
wah ini baru berita.
kalo setiap orang bisa berjalan dan tidur diatas laut akan berkurang emisi gas karbon di dunia ini. masalahnya bagaimana kita bisa belajar untuk bisa seperti ini.
ayo belajar ke nenek supiah.
kl udah bisa tinggal keliling dunia lewat laut. udah nyampe kemana-mana. Huueeeebaaattt.
detikcom - Minggu, Mei 10
Nenek Supiah (65), warga Dusun Selorejo Desa Temurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, yang ditemukan duduk mengambang di atas permukaan air laut Grajagan, Kamis (7/5/2009) malam akhirnya membuka mulut.
Untuk mendapatkan kisahnya, si nenek sakti tak selalu menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. Bahkan harus berungkali mengajukan pertanyaan yang sama dengan gaya bahasa berbeda.
Supiah mengaku, jika dirinya keluar dari rumah sejak Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB. Sejak bangun tidur pagi hari, dirinya ingin pergi ke laut lantaran kangen masa lalu bersama mantan suami yang menjadi nelayan dan dua anaknya.
"Mbiyen aku sering njaring iwak karo arek-arek, aku cuma butuh nyemplung ke laut, kangen tok (Dulu saya sering menjaring ikan bersama anak-anak, saya cuma ingin mencebur ke laut, kangen itu saja," jelas Nenek Supiah lirih dengan nada terpotong-potong, sambil berdiri melihat halaman rumahnya saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (9/5/2009) siang.
Meski jarak antara rumahnya dan Pantai Grajagan Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo sekitar 12 Km, namun Nenek Supiah menempuhnya dengan berjalan kaki. Selama perjalanan melalui jalan raya, si nenek tak lupa mengumpulkan ranting kayu yang diambil dari rimbunnya hutan jati yang ada di sisi jalan.
Sesampainya di Pantai Grajagan, nenek Supiah beristirahat. Agar 'aksinya' tidak diketahui warga, dia mengaku menunggu waktu hingga beranjak gelap. Dengan tenang dan santai, nenek sakti itu mulai masuk ke air laut.
"Aku ngenteni wong-wong ben podo sholat maghrib, aku terus mlaku nengah nek tengah segoro, (Saya tunggu orang-orang biar sholat magrib, saya lantas jalan menuju ke tengah lautan)," jelasnya dengan nada sepotong-potong.
Dari percakapan nenek Supiah yang dianggap stres warga kampungnya memberikan pengakuan mengejutkan. Nenek Supiah mengaku bisa ke tengah laut pelawangan, laut yang dikenal angker oleh nelayan setempat, dengan cara diantar oleh air laut. Dia pun juga merasa heran dengan apa yang dialaminya.
"Aku digowo mlaku-mlaku karo banyu segoro, kadang ngiwo kadang nengen maneh. Kadang yo nengah, (Saya dibawa jalan-jalan sama air laut, kadang ke samping kanan kadang ke samping kiri, kadang ke tengah)," ungkap nenek Supiah kembali.
Entah mengapa, tiba-tiba si nenek sakti beranjak dari sisi meja, tempatnya berdiri. Dan menuju kamarnya yang terbuat dari papan kayu. Dari dalam kamar tua itu, terdengar si nenek sakti berbicara sendiri seakan sedang berkomunikasi dengan seseorang.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Banyuwangi dihebohkan dengan penemuan sesosok nenek yang sedang duduk mengapung di tengah laut pelawangan, Grajagan. Nenek sakti yang diketahui bernama Supiah itu, ditemukan serombongan nelayan yang sedang memancing ikan sekitar pukul 23.00 WIB. Anehnya lagi, badan maupun pakaian yang digunakan tak basah oleh air laut.
wah ini baru berita.
kalo setiap orang bisa berjalan dan tidur diatas laut akan berkurang emisi gas karbon di dunia ini. masalahnya bagaimana kita bisa belajar untuk bisa seperti ini.
ayo belajar ke nenek supiah.
kl udah bisa tinggal keliling dunia lewat laut. udah nyampe kemana-mana. Huueeeebaaattt.
Jumat, 08 Mei 2009
Sukses adalah mengetahui tujuan hidup Anda, bertumbuh untuk mencapai potensi Anda yang paling maksimal, dan menabur benih yang bermanfaat bagi orang lain. ~(John C.Maxwell)~
Seseorang yang mengendalikan orang lain mungkin saja kelihatan lebih berkuasa, tetapi sebenarnya seseorang yang mengendalikan dirinya sendiri jelas lebih berkuasa. ~(Lao Tze)~
saya dapat send dari teman untuk disebar luaskan, siapa tahu bermanfaat :
jawablah telepon dengan menggunakan telinga sebelah kiri... minumlah obat dengan tidak menggunakan air dingin... makanlah makanan ringan setelah jam 6 malam bukan makanan berat... minum lebih banyak air pada pagi hari, minum lebih sedikit pada malam hari... jam tidur yang paling baik adalah jam 10 malam s/d jam 5 pagi... jangan terlalu cepat berbaring setelah minum obat... ketika battery HP tinggal satu bar, jangan angkat telepon karena radiasi meningkat hingga 100 kali lipat...!
(dari Farid, APEX Shipping surabaya)
Seseorang yang mengendalikan orang lain mungkin saja kelihatan lebih berkuasa, tetapi sebenarnya seseorang yang mengendalikan dirinya sendiri jelas lebih berkuasa. ~(Lao Tze)~
saya dapat send dari teman untuk disebar luaskan, siapa tahu bermanfaat :
jawablah telepon dengan menggunakan telinga sebelah kiri... minumlah obat dengan tidak menggunakan air dingin... makanlah makanan ringan setelah jam 6 malam bukan makanan berat... minum lebih banyak air pada pagi hari, minum lebih sedikit pada malam hari... jam tidur yang paling baik adalah jam 10 malam s/d jam 5 pagi... jangan terlalu cepat berbaring setelah minum obat... ketika battery HP tinggal satu bar, jangan angkat telepon karena radiasi meningkat hingga 100 kali lipat...!
(dari Farid, APEX Shipping surabaya)
Rabu, 06 Mei 2009
Selasa, 05 Mei 2009
kesungguhan menangani hal2 yg di berikan kpd kita
Kepercayaan untuk menangani hal-hal yang besar datang dari pembuktian mengenai kesungguhan dalam mengangani hal-hal yang kecil. Itu sebabnya orang lebih memperhatikan apa yang sudah Anda kerjakan, daripada apa yang rencananya akan Anda lakukan.
Anda telah memiliki semua hal yang Anda butuhkan untuk menjadikan diri Anda - pribadi yang super.
Lalu, mengapakah ada orang yang mensyaratkan hal-hal yang belum dimilikinya, untuk mencapai hal lain yang juga belum dimilikinya ?
Hasil Anda adalah kemampuan anda selanjutnya.
Maka pastikanlah bahwa Anda menjadikan apapun yang sedang anda miliki, sebagai sarana untuk menghasilkan. Dan kemudian hasil itu akan menjadi sarana yang lebih baik lagi untuk menghasilkan yang lebih banyak lagi (Mario Teguh : Let's Hang On - One Million 2nd Chances)
kita sebagai manusia kadang sering memikirkan sesuatu yang belum kita raih dan membayangkan seandainya punya benda itu alangkah enaknya, alangkah nikmatnya. hidup akan lebih mudah.
padahal mungkin kalo kita dikasih kelebihan oleh yang Maha Kuasa kadang kita malah sulit menikmati hidup karena sibuk dengan menjaga kelebihan tersebut tanpa bisa menikmatinya.
Anda telah memiliki semua hal yang Anda butuhkan untuk menjadikan diri Anda - pribadi yang super.
Lalu, mengapakah ada orang yang mensyaratkan hal-hal yang belum dimilikinya, untuk mencapai hal lain yang juga belum dimilikinya ?
Hasil Anda adalah kemampuan anda selanjutnya.
Maka pastikanlah bahwa Anda menjadikan apapun yang sedang anda miliki, sebagai sarana untuk menghasilkan. Dan kemudian hasil itu akan menjadi sarana yang lebih baik lagi untuk menghasilkan yang lebih banyak lagi (Mario Teguh : Let's Hang On - One Million 2nd Chances)
kita sebagai manusia kadang sering memikirkan sesuatu yang belum kita raih dan membayangkan seandainya punya benda itu alangkah enaknya, alangkah nikmatnya. hidup akan lebih mudah.
padahal mungkin kalo kita dikasih kelebihan oleh yang Maha Kuasa kadang kita malah sulit menikmati hidup karena sibuk dengan menjaga kelebihan tersebut tanpa bisa menikmatinya.
Sukses akan datang kepada mereka yang selalu memikirkan kesuksesan. Kegagalan akan menghinggapi mereka yang secara acuh tak acuh membiarkan dirinya memikirkan kegagalan. ~(Napoleon Hill)~
Kesuksesan lebih disebabkan oleh semangat daripada oleh kemampuan. Pemenang adalah ia yang memberikan dirinya - jiwa dan raganya - bagi pekerjaannya. ~(Charles Buxton)~
Kesuksesan lebih disebabkan oleh semangat daripada oleh kemampuan. Pemenang adalah ia yang memberikan dirinya - jiwa dan raganya - bagi pekerjaannya. ~(Charles Buxton)~
Pada hari rabu 29 April saya pergi ke gudang di daerah ngagel. dimana klien saya akan mengekspor jahe. setelah berbincang dengan pemilik, saya berkeliling melihat persiapan untuk ekspor jahe tersebut.
mulai dari pencucian, penimbangan, pengepakan, mengangin-anginkan, hingga saya lihat pekerja yang mengerjakan itu semua.
saat itu saya melihat seorang pria yang sudah cukup umur. kalau dilihat dari face-nya berkisar 60 tahun sedang mencuci jahe tersebut.
saya dekati orang itu dan sekedar bertanya, berbasa-basi.
setelah ngobrol-ngobrol saya ketahui bahwa bapak tersebut mempunyai 7 orang anak yang masih kecil dan saat ini pekerjaan didapat hanya itu sebagai pekerja pembersih jahe.
saya merasa sangat kasihan sudah tua tapi masih mencari kerja untuk sesuap nasi yang kadang cukup hanya untuk makan hari itu saja.
sungguh hati ini tidak kuat melihat itu.
namun saya melihat kesungguhan dan tanggung jawab dari seorang bapak terhadap anaknya betapapun dan apapun yang harus dilakukan yang penting masih halal.
Tidak kuat melihat kenyataan tersebut, akhirnya saya keluar dari gudang tersebut dan berbincang dengan yang lain.
mulai dari pencucian, penimbangan, pengepakan, mengangin-anginkan, hingga saya lihat pekerja yang mengerjakan itu semua.
saat itu saya melihat seorang pria yang sudah cukup umur. kalau dilihat dari face-nya berkisar 60 tahun sedang mencuci jahe tersebut.
saya dekati orang itu dan sekedar bertanya, berbasa-basi.
setelah ngobrol-ngobrol saya ketahui bahwa bapak tersebut mempunyai 7 orang anak yang masih kecil dan saat ini pekerjaan didapat hanya itu sebagai pekerja pembersih jahe.
saya merasa sangat kasihan sudah tua tapi masih mencari kerja untuk sesuap nasi yang kadang cukup hanya untuk makan hari itu saja.
sungguh hati ini tidak kuat melihat itu.
namun saya melihat kesungguhan dan tanggung jawab dari seorang bapak terhadap anaknya betapapun dan apapun yang harus dilakukan yang penting masih halal.
Tidak kuat melihat kenyataan tersebut, akhirnya saya keluar dari gudang tersebut dan berbincang dengan yang lain.
panggung sandiwara
Kehidupan adalah sebuah permainan yang serius.
Kecemerlangan hidup hanya bisa dicapai melalui pelaksanaan yang utuh dan tulus dari peran apa pun yang sekarang sedang diberikan kepada kita.
Lakukanlah sekecil apapun yang sedang Anda kerjakan dalam peran Anda, dengan sebesar-besarnya kesungguhan, lalu perhatikan apa yang terjadi.(Mario Teguh - MTGW:Panggung Sandiwara)
bagi yang belum tahu bisa lihat Mario Teguh di Metro TV setiap minggu jam 19.00-20.00.
janganlah kita sedih dengan peran kita yang kecil, asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh maka kita tinggal menunggu suatu keajaiban yang besar
Kecemerlangan hidup hanya bisa dicapai melalui pelaksanaan yang utuh dan tulus dari peran apa pun yang sekarang sedang diberikan kepada kita.
Lakukanlah sekecil apapun yang sedang Anda kerjakan dalam peran Anda, dengan sebesar-besarnya kesungguhan, lalu perhatikan apa yang terjadi.(Mario Teguh - MTGW:Panggung Sandiwara)
bagi yang belum tahu bisa lihat Mario Teguh di Metro TV setiap minggu jam 19.00-20.00.
janganlah kita sedih dengan peran kita yang kecil, asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh maka kita tinggal menunggu suatu keajaiban yang besar
Jumat, 01 Mei 2009
“Orang-orang yang mengenal mengapa dia harus berhasil
akan lebih tahan terhadap gangguan-gangguan ketidakpastian
didalam proses bekerja, di dalam proses hidup”
Orang-orang yang mengerti alasan mengapa dia harus bekerja keras
akan tahan terhadap sulitnya bekerja keras
Orang-orang yang tahu mengapa,
akan lebih mudah menangani pertanyaan bagaimana caranya
Orang-orang yang tidak tahu mengapa,
akan berhenti waktu tidak tahu caranya
Itu sebabnya upayakan selalu tahu,
mengapa Anda harus bekerja keras,
mengapa Anda harus mencapai keberhasilan”
(MT Star Point)
akan lebih tahan terhadap gangguan-gangguan ketidakpastian
didalam proses bekerja, di dalam proses hidup”
Orang-orang yang mengerti alasan mengapa dia harus bekerja keras
akan tahan terhadap sulitnya bekerja keras
Orang-orang yang tahu mengapa,
akan lebih mudah menangani pertanyaan bagaimana caranya
Orang-orang yang tidak tahu mengapa,
akan berhenti waktu tidak tahu caranya
Itu sebabnya upayakan selalu tahu,
mengapa Anda harus bekerja keras,
mengapa Anda harus mencapai keberhasilan”
(MT Star Point)
Kamis, 30 April 2009
Kita tidak diajari melek uang di sekolah. Dibutuhkan banyak latihan dan waktu untuk mengubah cara berpikir kita dan menjadi melek uang. ~(Robert Kiyosaki)~
Memulai untuk menghasilkan uang adalah kesalahan terbesar dalam kehidupan. Lakukan apa yang menurutmu merupakan keahlianmu, dan jika kau cukup bagus melakukannya, uang akan datang. ~(Greer Garson)~
Memulai untuk menghasilkan uang adalah kesalahan terbesar dalam kehidupan. Lakukan apa yang menurutmu merupakan keahlianmu, dan jika kau cukup bagus melakukannya, uang akan datang. ~(Greer Garson)~
Rabu, 29 April 2009
darah rendah
hari ini, 30 april pagi tadi jam 5 ak ke dokter di RS Gotong royong semolowaru surabaya. kata dokter aku mengalami darah rendah di 60/90. dan kemudian dikasih obat 4 macam.
yah.... ternyata badanku sakit (seperti capek dan sakit kepala) itu mungkin bersumber dari darah rendah ini.
Kalo ada yg tahu bagaimana supaya cepat sembuh dari darah rendah bisa kasih jawaban/ tulisannya disini.
thanks
yah.... ternyata badanku sakit (seperti capek dan sakit kepala) itu mungkin bersumber dari darah rendah ini.
Kalo ada yg tahu bagaimana supaya cepat sembuh dari darah rendah bisa kasih jawaban/ tulisannya disini.
thanks
Selasa, 07 April 2009
Minggu, 05 April 2009
Minggu, 22 Maret 2009
Kamis, 19 Maret 2009
COOPERATION
DEAR INVESTOR,
IF YOU HAVE IDLE MONEY.
MAYBE YOU CAN COOPERATE WITH ME.
WE HAVE FORWARDING COMPANY IN SURABAYA.
WE WANT EXPAND TO JAKARTA AND ANY CITY.
WE WILL CAN YOU INTEREST FOR USD INVEST IS 8-12%/YEAR
IT'S 2-3 X RATE IN BANK.
SO........
IF YOU WANT INVEST
YOU CAN CONTACT ME : 62815 7452 0179
or MSN : kus_mtsc@hotmail.com
B,rgds
KOES
IF YOU HAVE IDLE MONEY.
MAYBE YOU CAN COOPERATE WITH ME.
WE HAVE FORWARDING COMPANY IN SURABAYA.
WE WANT EXPAND TO JAKARTA AND ANY CITY.
WE WILL CAN YOU INTEREST FOR USD INVEST IS 8-12%/YEAR
IT'S 2-3 X RATE IN BANK.
SO........
IF YOU WANT INVEST
YOU CAN CONTACT ME : 62815 7452 0179
or MSN : kus_mtsc@hotmail.com
B,rgds
KOES
Langganan:
Postingan (Atom)
width="250" height="216" alt="UKM" border="0" />









